in Artikel

Alih-alih menghadiahkan anak dengan tablet, berikan mereka buku. Bookstart Indonesia menumbuhkan kesadaran membaca sejak dini melalui peran orang tua.

bookstart indonesia

Kampanye Gerakan Membaca ala Bookstart dilakukan melalui website dan media sosial. (Inset: Murniati Mukhlisin, Direktur Bookstart Indonesia). Foto: MySharing

Perintah membaca merupakan wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW. “Iqra” begitulah bunyi perintah Allah yang diabadikan di dalam Al-Quran Surat Al-Alaq dimana Jibril menyuruh Rasulullah SAW untuk mengulanginya sehingga tiga kali. Di dalam Tafsir Buya Hamka perintah ini dimaknai untuk mencari ilmu pengetahuan melalui pena untuk menulis dan lidah untuk membaca.

Hal ini menjadi salah satu sumber inspirasi aktifis penggiat cinta baca sejak dini di Indonesia — Bookstart Indonesia — yang diluncurkan 1 Juni lalu bertepatan dengan hari kelahiran Pancasila dan hari anak internasional. Tidak lama setelah peluncuranya, gerakan ini telah berhasil mendapatkan status sebagai international affiliate ke 33 dari Bookstart United Kingdom. Adapun tujuan didirikannya lembaga nirlaba ini adalah untuk membangun kesadaran dan memberikan motivasi kepada orangtua untuk menginspirasi anak – anaknya agar cinta membaca sejak dini melalui gerakan membacakan cerita dan buku.

Guna merealisasikan gerakan ini, para penggerak Bookstart Indonesia menggalang dana dari donatur dan relawan dari seluruh dunia melalui jejaring sosial. Dana digunakan untuk membeli buku-buku bacaan anak-anak usia 0 hingga 5 tahun dan menyalurkannya secara cuma-cuma melalui berbagai kegiatan hadiah buku bagi balita. Selain pemberian hadiah buku pada balita dan penyuluhan pada orang tua, Bookstart Indonesia juga mencitakan penguatan rumah baca sebagai pusat jujugan sumber bacaan selanjutnya.

Menurut salah satu penelitian di University of Washington, anak -anak usia dini memiliki kecerdasan yang luar biasa dari sisi pertumbuhan ukuran dan jumlah sel otak. “Jadi fase usia 0-5 tahun ini adalah fase yang sangat penting untuk membaca dan mengingat sebanyak-banyaknya ilmu yang manfaat yang akan mempengaruhi kehidupan sang anak selanjutnya” ujar Ahmad Mughni, salah satu direktur Bookstart Indonesia kepada media.

Menurut Murniati Mukhlisin, yang juga salah satu Direktur Bookstart Indonesia, hingga saat ini program Bookgifting (hadiah buku) sudah berjalan di beberapa tempat seperti Pasuruan, Ngawi, Bogor, dan Gresik. “Bookstart Indonesia bercita-cita dapat mengadakan Bookgifting di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah minus. Penggalangan dana sedang berjalan saat ini. Untuk informasi lebih lanjut dapat membuka website kami di www.bookstart.or.id” tutup Murniati.


Bagikan artikel ini dengan menggunakan shortlink: